Selasa, 21 April 2009

TUTORIAL MAP INFO

KONSEP TABEL / FILE (MapInfo)

Perangkat lunak MapInfo adalah program terapan yang berbasis data spatial (point, line dan polygon) dan database.

Mapinfo mengolah data textual dan data geografis dalam format Table. Dalam setiap table minimum terdiri dari atas 2 file yang terpisah.

Contoh : Peta yogya.TAB

* Peta yogya.TAB

Berisi struktur table

* Peta yogya.DAT

Berisi data Tabular.

* Peta yogya.MAP

Berisi tentang obyek grafik

* Peta yogya.ID

Referensi /ID antara data tabular dengan data grafik

* Peta yogya.IND

Jika suatu table diberi indeks



Open dan New Table





Memanggil/membuka tabel :


1. Tekan pilihan file dari menu
2. Pilih Open Table
3. pada layar akan muncul tampilan Open Table
4. Pilih direktory dimana table disimpan
5. Tekan tombol Open



CREATE NEW TABLE


Membuat Table baru :

1. Tekan pilihan file pada menu
2. Pilih new table

3. Pada layar akan muncul tampilan new table

Open new Browser ; untuk pengisian data

Open New Mapper, untuk pembuatan data grafis

Add to current mapper; penambahan table baru pada table lain yang sudah dibuka

4. Tekan tombol Create, maka akan muncul kotak dialog New table strukture
5. Masukkan data dari struktur table yang akan dibuat melalui kotak field information

- Name : nama field

- Type : tipe field (character, small integer, float dll)

- With : panjang dari field


6. Tekan tombol add Field untuk setiap pendefinisian field baru
7. Tekan tombol Create



Layer


Pengaturan layer akan sangat membantu pada proses editing dan kompilasi database pada mapinfo. Untuk memanggil kotak dialog layer kontrol dapat melalui menu map.


Modifikasi Display


1. Klik button display pada kotak dialog control layer

2. Kemudian akan muncul kotak display























Labeling


Pemberian label pada peta dapat dilakukan dengan cara ;

  • Automatic labeling
  • Create labels with label tool

Automatic Lebeling
  • Aktifkan kotak dialog layer control.
  • Klik button label pada dialog layer control.
  • Pada box label with dipilih field yang akan digunakan
  • Jika pada grup Visibility diklik Off maka labelling dinonaktifkan, sebaliknya dengan On maka aktif
  • Duplikat text akan memberikan label duplikat untuk obyek yang berbeda
  • Tekan OK pada Label Options
  • Tekan OK pada control layer



Modifikasi struktur tabel

Modifikasi struktur tabel terdiri dari menghapus field,menambah dan mengisi field,termasuk menentukan type data bas yang akan diisikan serta lebarnya field.
Dengan memilih menu Table pada menu utama,Maintenance menu dan pilih Table struktur.



Kompilasi database melalui perangkat lunak MapInfo merujuk pada peta yang aktif dengan menggunakan ikon info pada kotak tool main.

  1. Open Table dan klik Open pada dialog Quick Start, sehingga muncul dialog Open table. Buka peta yang akan diproses.
  2. Arahkan dan klik pada peta yang akan diisi data basenya, urutkan secara teratur untuk menghindari data grafis yang tidak memiliki data base.
  3. Isi kolom-kolom pada info tool sesuai dengan struktur tabel yang telah dibuat pada sub bab terdahulu.



Melihat tabel


Tabel informasi database spatial dapat dilihat dengan jalan menggunakan fasilitas select pada menu Query.

  1. Aktifkan/tampilkan peta pada layar.
  2. Pilih menu Query kemudian menu select, akan muncul kotak dialog.
  3. Pilih tabel informasi peta yang akan dilihat tabelnya pada kolom select record from table, gunakan button full down untuk memilih tabel-tabel yang aktif atau telah dipanggil.
  4. Kemudian akan muncul jendela Query 1 browser, nomor dibelakang query akan terus berurutan sesuai dengan jumlah dan urutan pemilihan tabel.





DRAWING DAN EDITING PETA


Untuk membuat atau mengedit peta dalam MapInfo disediakan beberapa tools seperti terlihat berikut ini :


Tools

1. Arc tool

Untuk membuat busur atau lengkungan

2. Ellipse tool

Untuk membuat bentuk ellips

3. Line tool

Untuk membuat garis

4. Polygon tool

Untuk membuat area atau region

5. Polyline tool

Untuk membuat garis-garis yang tidak beraturan

6. Rectangle tool

Untuk membuat persegi empat

7. Rounded Rectangle tool

Untuk membuat persegi empat dengan sudut bundar

8. Symbol tool

Untuk membuat simbol

9. Text tool

Untuk membuat teks



Main Toobar


  1. Pick tool

Untuk menyeleksi obyek

2. Marqu select

Untuk menyeleksi obyek dengan area seleksi segiempat

3. Radius select

Untuk menyeleksi obyek dengan area seleksi lingkaran

4. Polygon select

Untuk menyeleksi obyek deng

an area seleksi poligon

5. Boundary select

Untuk menyeleksi obyek dengan area seleksi boundary

6. Unselect

Membersihkan obyek yang terseleksi

7. Zoom in

Memperbesar view

8. Zoom Out

Memperkecil view

9. Info

Tool aply yang berisi informasi obyek

10. Label

Tool aply kotak dialog label

11. Ruler

Untuk mengukur panjang obyek pada view

12. Legenda

Tool aply Legenda

MEMBUAT PETA TEMATIK


Peta tematik merupakan suatu cara dalam menganalisa data dan memvisualisasikan data dalam nuansa warna atau pola yang berbeda berdasarkan pembagian tema tertentu.

Untuk membuat peta tematik :


1. Dari menu pilih map

2. Pilih create thematik map

3. Pilih metode yang digunakan



Individual values maps

Individual values maps memperlihatkan titik, garis atau area dengan memberikan perbedaan warna terhadap data individu dari field tertentu.


Range maps

Range maps mempresentasikan semua obyek yang terproses dalam range tertentu dan memberi tanda berupa warna, simbol, atau garis.

Graduate Symbol maps

Graduate Symbol maps menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menunjukkan perbedaan nilai.



Universal translator


Proses pengambilan data dari program lain atau importing data pada MapInfo dijalankan dengan modul Universal Translator yang ada pada fulldown menu Tools.
Pada prinsipnya adalah mengubah format”source”(seperti pada gambar) keformat tujuannya.



Demikian sedikit Tutorial Map Info (pengenalan map info) semoga bermanfaat, salam dan sukses selalu buat anda.

Jumat, 03 April 2009

Tentang GIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

“Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah serangkaian prosedur dimana terdapat proses inputing data, penyimpanan dan pengolahan data, pembuatan peta dan analisis spatial baik untuk data spatial maupun atributnya untuk mendukung segala aktifitas pengambilan keputusan dari suatu organisasi(Grimshaw, 1999)”

SIG pada dasarnya adalah sistem informasi berbasis komputer dengan memakai data digital yang berujuk pada lokasi geografis di muka bumi, banyak negara menamakan dengan istilah “Geo – Informatika” kemudian disingkat menjadi Geomatika, yang menggambarkan informasi kebumian yang diproses dengan komputer.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan aplikasi-aplikasi SIG menjadi menarik untuk digunakan di berbagai disipilin ilmu , antara lain adalah :

  1. SIG menggunakan baik data spasial maupun atribut secara terintegrasi hingga sistemnya dapat menjawab maupun atribut secara terintegrasi hingga sistemnya dapat menjawab baik pertanyaan spasial (berikut permodelannya) maupun non spasial – memiliki analisis spasial dan non spasial.
  2. SIG dapat memisahkan dengan tegas antara bentuk presentasi dengan data-datanya (basis data), sehingga memiliki kemampuan-kemampuan untuk merubah presentasi dalam berbagai bentuk.
  3. SIG mempunyai kemampuan untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi ke dalam bentuk beberapa layer atau coverage data spasial. Dengan layers ini permukaan bumi dapat direkonstruksi kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata (real world tiga dimensi) dengan menggunakan data ketinggian berikut layers tematik yang diperlukan.
  4. SIG sangat membantu pekerjaan-pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang-bidang spasial dan geo-informasi. Dikarenakan demikian besar manfaatnya, SIG sangat dikenal orang hingga penggunaaanya makin luas dari waktu ke waktu. Oleh karena itu pada saat ini di hampir semua disiplin ilmu (terutama yang berkaitan dengan informasi kebumian) juga mengenal dan menggunakan SIG sebagai alat analisis dan representasi yang menarik. Dengan demikian SIG juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan integrasi antar disiplin ilmu (terutama ilmu-ilmu yang memerlukan informasi-informasi mengenai bumi atau geosciences).

SIG Sebagai Sistem Pendukung Keputusan

SIG adalah suatu sistem perangkat lunak, perangkat keras dan prosedur yang dirancang untuk mendukung pemasukan, pengelolaan, manipulasi, analisis, modeling dan penyajian data spasial/geografi untuk perencanaan dan praktek-praktek pengelolaan.

Berdasarkan fungsinya, SIG juga sering disebut Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System). Dengan berbagai sumber informasi dan sumber data yang mendukung SIG maka keputusan yang akan diambil akan memiliki dasar yang lebih kuat. Perbedaan SIG dengan sistem informasi yang lain yaitu CAD (Computer Aided Design) dan DBMS ( Database Management System) oleh Borough (1986) secara sederhana disebutkan bahwa SIG merupakan alat perencanaan sehingga seluruh perangkat perencanaan yang dibutuhkan dapat ditemukan dalam sistem ini. Hubungan SIG dengan Subsistem yang merupakan perangkat perencanaan lainnya dapat digambarkan seperti pada gambar ini:



Analisa yang digunakan pada setiap aplikasi yang ada selalu mendasarkan pada fungsi-fungsi salah satu atau beberapa subsistem tersebut.

Sebagai suatu sistem analisa maka banyak proses analisa data geografi dan atribut yang dapat dilakukan oleh sistem ini, antara lain analisa tumpang susun data grafis, analisa statistik data atribut, analisa frekuensi, analisa sortasi data atribut dan sortasi data grafis. Disamping itu sistem ini juga mampu menampilkan data dasar, data hasil analisa dengan kriteria tertentu.

SUB-SISTEM SIG

SIG memiliki berbagai komponen,yaitu data/informasi, software, hardware dan brandware. Brandware adalah operator yang mengelola keseluruhan komponen-komponen tersebut menjadi informasi. Operator juga menjadikan SIG merupakan sistem yang dinamik.

SIG dalam pengertian sistem terdiri dari 3 sub-sistem utama : yaitu sub-sistem masukan (input), proses dan keluaran (output).

a. INPUT

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi pemasukan data, bisa berupa digitasi (digitizer;digitasi on screen), importing data, converting data, dan transformasi.

b. PROCCESS (analisa)

Analisis ini meliputi kegiatan seperti overlay, pembuatan peta tematik, secara umum proses analisa ini meliputi; Kompilasi, editing database, data update, overlay dan analisa digital.

c. OUTPUT

Hasil analisa dari penggabungan beberapa peta dapat berupa peta tematik, diagram model, atau yang lain. Secara umum hasil output dibagi dua yaitu output grafis ( peta tematik, grafik hasil crosssection, grafik dll) dan non grafis (data-data teks).

Demikian sedikit tulisan tentang GIS semoga sukses selalu ...salam